Rabu, 20 Februari 2013

Sederhana saja hidup itu!




Jika kesempurnaan itu adalah hal yang mustahil, maka bukan berarti kita harus berpangku tangan menerima kekurangan sepenuhnya. 

Setiap manusia mempunyai kekurangan, tapi jangan sampai kita menambah kekurangan itu dengan berbagai penyesalan. Hargai kekurangan diri sendiri. Lalu berusahalah untuk menutupinya dengan kelebihan yang ada.

Jika kita menginginkan segala sesuatunya harus sempurna, maka itu tidak mungkin. Tapi setidaknya kita bisa menerima segala sesuatu dengan cara yang sempurna.

“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan/diberikan Allah kepadamu?" Mereka menjawab: "(Allah telah menurunkan/memberikan) kebaikan". Maka bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa”. (An Nahl : 30)

Berusahalah untuk menjadi pribadi yang bisa menopang kekurangan orang lain. Dengan begitu anda akan dianggap sempurna di matanya. 

Kehidupan tidak pernah menuntut kita untuk menjadi ini dan itu. Tapi kehidupan memberi kesempatan dan peluang pada kita untuk menggali potensi kita masing-masing. Pahami potensi diri, dengan begitu anda akan tahu harus bagaimanakah anda menjalani hidup.
  
“Sungguh setiap suku (manusia) telah mengetahui tempat minumnya masing-masing. Maka makan dan minumlah rezki (yang telah diberikan) Allah (dengan baik), dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan”. (Al Baqoroh : 60)

Janganlah bekerja untuk diri sendiri, karena anda akan cepat lelah. Tapi bekerjalah untuk orang banyak; keluarga, tetangga, de-es-be. Kemudian rasakanlah energy super dalam diri anda.

Jika anda bekerja hanya untuk mendapat gaji dari bos, maka anda akan kecewa ketika tidak mendapatkannya. Tapi jika anda bekerja karena memang anda suka bekerja. Maka anda bisa menggaji diri anda sendiri meski hanya dengan semburat senyum di cermin. ‘aku bahagia dengan pekerjaanku ini’. Urusan rezeki ada di tangan Allah. Dia akan memberi kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.

“Allah menyukai seorang hamba yang menekuni pekerjaannya”. (Sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).

“Sesungguhnya Nabi Daud ‘Alaihis Salam makan dari hasil pekerjaannya sendiri”. (Sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).

Lakukanlah segala sesuatu dengan serius, tapi jangan tegang. Karena hidup bukanlah ajang percobaan. Sekali anda berbuat, maka hasil pun akan dituai. Lambat atau segera.

“Dan tidaklah manusia itu memperoleh (sesuatu) melainkan sesuai dengan apa yang diusahakannya”. (An Najm : 39)

Rabu, 13 Februari 2013

Melaju Untuk Maju




Orang besar akan selalu melahirkan pikiran-pikiran besar yang tidak hanya dapat menguatkan dirinya sendiri, tapi juga dapat menguatkan orang lain.

Sedang orang kecil, ia hanya bisa melahirkan pikiran-pikiran kerdil. Tidak mampu menjadikan dirinya sendiri untuk lebih kuat. Apalagi untuk orang lain. Dia tentu tidak akan perduli.

Jika belum bisa menjadi orang baik, maka berusahalah untuk tidak menjadi orang jahat.
Jika belum bisa menjadi suri tauladan yang baik untuk orang lain, maka janganlah memberi contoh yang buruk pada orang lain.

Orang yang tenggelam dalam sebuah proses, ia ibarat ulat yang terperangkap didalam tempurung kepompongnya sendiri. Tidak mau berusaha untuk membebaskan diri menjadi kupu-kupu yang indah.

Janganlah menjadi pribadi lelet yang memeperlambat diri sendiri untuk melakukan perubahan ke-arah yang lebih baik. Ingat…! “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum, sehingga kaum tersebut mau merubah keadaan mereka sendiri terlebih dahulu” (Ar Ra’d : 11). Cepatlah lakukan perubahan, niscaya Allah akan segera merubah diri anda.

Orang menjadi kuat dan hebat bukan karena dirinya tidak punya masalah hidup. Akan tetapi mereka punya kesediaan untuk diajar dan dididik oleh masalah.

“Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin itu. Semua perkaranya adalah bernilai baik. Dan itu, tidaklah dimiliki melainkan oleh seorang mukmin. Apabila ia ditimpa kesenangan, maka ia bersyukur. Dan apabila ditimpa kesengsaraan/kesedihan, maka ia bersabar”. (Sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).

Jika masih belum percaya dan ragu akan keberkehendakan Allah atas segala sesuatu, maka selamanya kita tidak akan pernah dapat mencapai suatu apa pun.

Cukuplah anda mempunyai niat yang baik, usaha yang baik, do’a yang baik, dan keyakinan yang baik. Maka Allah akan menyempurnakan semuanya untuk anda. Percayalah! “Aku menurut perasangka hamba-Ku terhadapku. Jika dia berperasangka baik terhadap-Ku, maka itu-lah yang dia dapat”. (Hadits Qudsi).

Jika anda ingin Allah menggembirakan anda, maka berilah kegembiraan pada semua makhluq bumi. “Sayangilah siapa dan apa yang ada di bumi, maka Yang Ada di langit akan menyayangi anda”. (Sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam).

Jika Allah sudah sayang terhadap seorang hamba, maka selamanya hamba itu akan bergembira dan berbahagia di dunia terlebih di akhirat. Maka adakah ni’mat yang lebih besar daripada ini….?!!

"Cukuplah Allah bagiku. Tiada Tuhan melainkan Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal. Dan Dia-lah Rabb Pemilik 'Arsy yang agung". (At Taubah : 129)

No Valentine's Day

Wahai Sobat,,, terkadang kita melihat bahwa ada sebagian manusia yang gemar melakukan sesuatu tanpa didasari dengan pengetahuan. Mereka hanya mengekor atau mengikuti kebanyakan orang. Padahal belum tentu yang banyak itu benar. Sehingga dengan sendirinya ia akan tercampakkan dalam kenihilan jati diri persis seperti itik (anak bebek) yang lupa akan jati dirinya ketika ia dierami oleh induk ayam, lalu penyesalan pun akan menyusup dan menyelimuti hidupnya. 

Ketahuilah wahai sobat,, di Negara Barat Hari Valentin dijadikan sebagai hari pembuktian atau peng-expresian rasa cinta dalam dada. Dimana sampai ada seorang remaja wanita yang rela melepaskan mahkota kesuciaannya lalu diberikan kepada seorang lelaki dengan dalih, bahwa itu adalah sebagi rasa cintanya pada lelaki tersebut. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dan hal seperti ini, (disana) sudah dianggap biasa dan lumrah. Bahkan istilah Free Sex sudah tidak asing lagi bagi mereka. Dikarenakan sudah mengakarnya Ideologi Liberalisme di kalangan seperti mereka. Sehingga begitu jelas nampak, akan bobroknya moral dan harga diri bangsa mereka.

Namun sungguh sangat disayangkan, bahwa hal yang serupa ternyata telah menjangkiti negeri ini. Kita bisa melihat ketika tanggal 14 Februari, tidak sedikit diantara remaja seusia kitadi negeri ini yang berpergian dengan seseorang yang bukan mahromnya; bergandengan, berboncengan, berpelukan, berciuman, bermesraan (padahal bukan suami isteri) dan lain sebagainya. Sehingga seolah dunia ini adalah milik mereka berdua, sedang yang lain hanya ngontrak saja. Lantas bagaimana jikalau sudah begitu? Maka terjadilah apa yang terjadi. Pintu rumah akhirnya jebol juga. Astagfirullahwal ‘iyadzubillah.

Wahai sobat,, hendaknya kita bisa menyadari bahwa seorang muslim sejati ialah yang memiliki pendirian nan teguh seteguh gunung yang paling teguh. Dalam artian, ia tidak mudah terpengaruh oleh bisikan-bisikan zaman yang penuh dengan fitnah ini, pun tidak mudah diombang-ambingkan oleh ombak kehidupan blangsak gaya barat. Muslim sejati, Ia akan selalu berfikir cerdas dalam segala hal yang hendak diperbuatnya. Apakah perbuatan itu menguntungkan ataukah merugikan? Maka yang menguntungkan itulah yang menjadi pilihan, sedang yang merugikan maka ia tinggalkan.

Kembali lagi dalam pembahasan awwal, bahwa sebenarnya yang namanya kasih sayang atau cinta itu tidaklah terbatas pembuktiannya pada tanggal-tanggal atau hari-hari tertentu saja. Tetapi dalam setiap waktu kasih sayang atau cinta haruslah dibuktikan (The realization of Love in Everything). Tapi tentu dengan pembuktian yang dibenarkan dalam ajaran Islam tidak seperti yang termaktub diatas. Dimana seorang remaja wanita rela melepaskan kesuciannya hanya demi seorang lelaki yang ia cintai. Maka ini salah BESAR.
Pembuktian cinta dan kasih sayang yang benar dalam Islam adalah dengan menumbuhkan rasa saling peduli, saling memberi, saling mensuport dalam kebaikan dan amal sholih, saling menghargai, saling menasehati, saling berbagi ilmu, dan beribu saling lainnya yang baik-baik.

Maka marilah kita mulai menyadari wahaisobat,, bahwa tidaklah perlu kita ikut-ikutan seperti mereka yang merayakan Hari Valentine. Tiada guna samasekali. Apakah kita rela melepas baju keislaman kita? Apakah kita redho melepaskan kepribadian kita sebagai seorang muslim? Tidakkah kita tahu bahwa Islam telah sangat memuliakan kita? Maka janganlah kita menghinakan diri sendiri dengan keluar dari aturan-aturan ajaran Agama yang mulia ini; Islam.

Semoga Allah berkenan memberikan Hidayah, Inayah dan TaufiqNya kepada kita semua. Amiin.

Kemelut 14 Februari Valentine’s Day

Bulan februari merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh para sepasang kekasih terlepas halal atau tidak, khususnya di tanggal 14. Ada apakah sebenarnya dibalik tanggal tersebut?!.
Sebagaian kaula muda bahkan orang tua mengatakan bahwa hari ke- 14 dari bulan Februari merupakan hari kasih sayang. Benarkah?!

Inilah diantaranya virus yang telah menyebar dikalangan pemuda-pemudi dewasa ini. Tidak terkecuali pemuda-pemudi Islam. Maka tidak heran jikalau mereka pun ikut mengistimewakan perayaan hari ke-14 Februari yang biasa disebut Valentin’s Day. Mereka ikut terjerumus dalam perayaan huru hara yang sangat tercela. Perayaan yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam. Disamping itu hubungan antara dua kekasih yang belum halal merupakan sebuah dosa besar, apalagi ditambah dengan ikut merayakan hari besarnya kaum kuffar. Maka ini sangat menyedihkan dan sangat disayangkan sekali, khususnya kita sebagai pribadi muslim dan muslimah. Dosa bertumpuk dosa. 

Maka marilah kita bersama menengok sejarah tentang hari Valentin’s Day agar kita bisa lebih memahami dan bisa mengetahui rahasia di balik perayaan hari 14 Februari.

Dalam The World Book Encylcopedia (1998) disebutkan bahwa pada tahun 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi kuno sebagai hari perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day guna menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada tanggal 14 Februari. Terus siapakah St. Valentin itu?
The Catholic Encyclopedia Vol. XV Sub Judul St. Valentine menuliskan bahwa ada tiga nama Valentine yang mati pada masa Romawi. Namun sayangnya, tidak pernah ada penjelasan yang menyebutkan dengan jelas St. Valentine yang dimaksud. Bahkan kisahnya tidak pernah diketahui sampai ujung pangkalnya, karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Dalam versi lain dikisahkan bahwa Valentine sebenarnya adalah seorang martir yang karena sifatnya yang dermawan, ia diberi gelar Saint atau Santo. Kemudian St. Valentine dibunuh pada tanggal 14 Februari 270 M dikarenakan pertentangannya dengan penguasa Romawi, yaitu Raja Claudius II (268-270 M).

Pada masa itu, Raja Claudius II mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajuritnya untuk menikah. Karena menurutnya menikah itu akan membuat prajurit menjadi lemah dalam berperang. Namun secara diam-diam, St. Valentine tetap menikahkan para prajurit. Maka, mengetahui hal ini Sang Raja Claudius II pun marah besar, lalu menghukum St. Valentin dengan hukuman mati.

Dan setelah kematiannya, para pengikutnya lalu menjadikan hari kematiannya itu sebagai sebuah perayaan guna memperingati dan menghargai atas jasa-jasanya.

Nah,,, sobat Himais… begitulah sejarahnya. Maka kita sudah tahu kan! Bahwa sebenarnya tanggal 14 Februari itu adalah hanya sebuah hari kematian seseorang yang bernama St. Valentine, orang kafir. So, apakah kita tetap mau ikut-ikutan merayakannya?! Lah… wong mati ko’ diperayaain, wong kafir lagi..!?

Adapun perayaan Valentin’s Day ditinjau dari persepektif kaca mata Islam, maka sebagai berikut;

1. Valentine’s Day adalah adat (culture) orang-orang non muslim. Dan kita sebagai umat muslim dilarang mengikuti kebiasaan/adat mereka. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah berpesan;
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kedalam kaum tersebut”.

2. Ikut merayakan Valentine’s Day sama saja dengan mensukseskan acara mereka, sekaligus memberikan dukungan (loyalitas) kepada mereka. Maka ini hukumnya haram. Kita umat muslim tidak diperbolehkan untuk ikut serta dalam perayaan-perayaan orang-orang non muslim alias orang kafir, apalagi disertai dengan dukungan.

3. Hari yang dianggap hari kasih sayang ini, ternyata diwarnai dengan berbagai kemaksiatan. Mulai dari Kholwat (campur baur laki dan perempuan bukan mahrom), minum-minuman keras, menyingkap aurat, sampai perzinaan. Wal’iyadzu billah. Allahummahfazh Syabaabal Islam.

Jumat, 01 Februari 2013

Kelembutan


                Di dunia ini, kita tidaklah hidup seorang diri melainkan ada makhluk lain yang ikut hidup bersama kita; baik itu dari kalangan (baca: makhluk) manusia seperti kita atau pun dari kalangan (baca: makhluk) yang lainnya. Sehingga tak ayal jikalau kita sering dituntut untuk bisa hidup sebagai orang yang memiliki kepribadian lembut nan bersahaja. Karena memang itu merupakan sebuah modal penting bagi keberlangsungan hidup kita bersama mereka (baca: para makhluk bumi).
                Pada dasarnya setiap makhluk yang hidup di muka bumi ini sangatlah mencintai kelembutan, tidak hanya manusia tapi juga makhluk lainnya. Orang yang mempunyai jiwa lembut akan mudah diterima keberadaannya dan akan bisa lebih dihargai dan dihormati. Lebih dari itu, ia akan menjadi orang yang selalu dirindukan. Bukan hanya oleh manusia tapi juga oleh makhluk lainnya. Sebagai contoh orang yang memiliki kepribadian lembut nan bersahaja adalah suri tauladan kita Muhammad Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dengan kelembutan yang beliau miliki, beliau mampuh menarik perhatian banyak orang. Sehingga mereka bisa masuk kedalam Islam. Tidak hanya itu, kelembutan beliau pun bisa dirasakan oleh makhluk lainnya. Sebagaimana diriwayatkan bahwa ada sebatang pohon kurma yang tumbuh di dalam mesjid Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Dan beliau selalu bersandar pada batang pohon kurma tersebut tatkala beliau menyampaikan khutbah. Namun, ketika kaum muslimin bertambah banyak jumlahnya. Maka mereka membuatkan mimbar untuk Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam agar beliau bisa berdiri di atasnya dan menyampaikan khutbah di mimbar itu.
                Dan suatu hari, ketika Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam hendak menyampaikan khutbah, beliau berjalan melalui batang pohon kurma (yang mana dahulu sebelum dibuatkan mimbar beliau selalu bersandar padanya) menuju mimbar yang sudah dibuat untuk beliau. Namun suatu keajaiban terjadi, suatu peristiwa yang luar biasa bahwa ketika Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menaiki mimbar terdengarlah suara rintihan tangis layaknya tangis seorang bayi. Dan para sahabat Rasulullah pun mendengar suara rintihan tersebut. Mereka merasa heran lantas bertanya-tanya; suara rintihan siapa itu?!. Sedang Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam hanya tersenyum. Lalu beliau turun  dari mimbar dan mendatangi pohon kurma yang tak jauh dari mimbar tersebut. Para sahabat pun semakin heran. Apa yang hendak diperbuat Rasulullah?!. Kemudian Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam meletakkan tangan pada batang pohon kurma dan mengusap-usap lembut pohon kurma tersebut sambil berkata pada pohon kurma itu: “Jika engkau mau, aku akan menjadikanmu tiang penyanggah untuk mesjid ini dan engkau akan hidup selamanya sampai hari kiamat. Atau jika engkau mau, maka aku akan berdo’a agar Allah menjadikanmu pohon yang hidup kekal di syurga bersamaku dan bersama para hamba-hamba Allah yang sholih?”. Batang kurma itu pun menjawab : “aku lebih memilih hidup kekal di syurga bersamamu”. Kemudian batang pohon kurma itu pun berhenti dari tangisnya. Dan ahirnya para sahabat pun tahu bahwa ternyata suara tangis itu berasal dari batang pohon kurma tersebut.
                Subhanallah, ini-lah merupakan buah dari sikap lembut. Sampai-sampai batang pohon kurma pun bisa merasakannya. Dan ini merupakan mu’jizat Rasulullah  Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang mana beliau bisa bercakap dengan sebatang pohon kurma.
                Memang begitulah wahai sobat, jikalau kita mempunyai kepribadian yang lembut maka keberadaan kita akan sangat dirindukan dan orang-orang pun akan rela di pimpin oleh kita. Dan yang lebih menakjubkan lagi bahwa makhluk lain pun bisa merasakan kelembutan yang kita expresikan kepada mereka. Sikap lembut adalah sikap ramah lingkungan. Semua makhluk bisa menuai buah manisnya.   

Hayya 'Alal Falah


Sukses itu penting, tapi bersyukur itu jauh lebih sukses…
Jangan pernah merasa lemah ketika anda gagal dalam/setelah berusaha, tapi hendaklah anda mengambil pelajaran dan hikmah; bahwa dari situlah anda bisa mengetahui seberapa tangguhkah diri anda sebenarnya… segera bangkit atau tetap terpuruk?!
Kegagalan bukanlah hambatan, tapi dia merupakan sebuah peluang agar anda bisa lebih kreatif lagi dalam menemukan cara untuk mencapai tujuan (sukses)…
Nabi Muhammad Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah berpesan kepada kita;
“… bersemangatlah untuk memperoleh sesuatu yang bermanfa’at untukmu, dan janganlah bersikap lemah…”. (HR Muslim)
Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun memotivasi kita, agar kita bisa lebih memahami suatu keadaan/kondisi;
“… boleh jadi apa yang tidak kamu sukai itu adalah baik bagimu dan boleh jadi apa yang kamu sukai itu adalah buruk bagimu… Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui…” (Al Baqoroh : 216)
Bukan kegagalan yang harus anda persoalkan, tapi diri anda… anda adalah subjek sedang kegagalan adalah objek… secara hukum bahasa; subjek adalah yang mengendalikan objek… rubah-lah kegagalan menjadi sebuah motivasi untuk meraih keberhasilan… kegagalan ibarat kopi pahit yang membuat melek mata anda di tengah malam… anda akan selalu bangkit dan tidak akan tertidur…
Kegagalan bukanlah sesuatu kekalahan, tapi anda akan menjadi orang yang kalah ketika kegagalan itu membuat anda berhenti dari berusaha… tetap berusaha, tapi coba dengan cara yang berbeda… karena kerap kali kegagalan itu menyusup pada cara-cara anda yang sama…
Tutuplah telinga jika anda mendengar suara-suara yang bisa melemahkan semangat anda… cukuplah suara hati anda yang bisa mendorong anda untuk maju, lebih maju lagi, dan lebih maju lagi… karena motivasi yang terbaik adalah yang dibangun dari keyakinan hati “Majuuuuuu….!!!!”…
“Hayya ‘alal falah…!”, “Marilah menuju kemenangan…!”,

By  *DR. N 7N*   ^_^

Aku Adalah Hamba-Mu




Engkau Maha segala-galanya ya Rabb...
Engkau berhak berbuat apa saja terhadap diri ini, sebab diri ini adalah milikMu jua...
Aku sebagai seorang hamba hanya bisa menerima dan pasrah, aku lemah tidak memiliki kekuatan...
Aku seringkali merasa bahwa diri ini sedang dipermainkan, entahlah permainan macam apa...
Dibolak-balik, diombang-ambing, diputar-putir, aku kalap ya Allah...
Aku ingin lurus mencintaiMu, ingin tegap pula tegar dalam meniti jalan indahMu...
Tapi ingin-ku itu hanyalah sekedar ingin, aku masih seperti rumput kecil yang berangan menjadi pohon rindang; besar, banyak daun, berdahan-dahan...
Entahlah,,, Engkau jua yang menentukan itu... Engkau Maha Tahu...

Wahai Engkau Yang tidak pernah berhenti memberi kesempatan...
Aku berterimakasih kepadaMu atas segala apa yang Engkau beri selama ini...
Engkau beri aku ini dan itu, tapi entahlah...  mengapa jiwa ini tetap saja seperti orang kehausan...
Aku sering merasa haus menatap dunia ini, semua terlihat seperti air segar... aku ingin menengguknya... setetes, dua tetes atau satu drum... atau lebih....

Ya Allah,,, Engkau Maha Kaya...
Sedang diri ini miskin lagi faqir...
Tidak ada sesuatu  yang bisa aku jual kepadaMu... apalagi untuk aku persembahkan... padahal aku sangat bertamak untuk mendapat syurga dan wajahMu...
Amalan-ku jauh dari kata sempurna, mencapai kata sah pun ‘entah’... apalagi dengan niat-ku...?!
Lengkap sudah rasanya kerusakan yang ada pada diri ini... Barang rusak tentu tidak akan laku...
Amal perbuatanku jarang sekali sejalan dengan niat hati, selalu berseberangan...
Ibarat kata “aku ingin menuju Jakarta, tapi aku mengendarai mobil Yogyakarta”... mana bisa sampai...
Astagfirullah...!!! hamba macam apa diri ini...???!!! niat pun masih tidak pernah benar...

Wahai Engkau Yang selalu aku rindu...
Entah benar atau tidak rindu ini, tapi boleh-lah aku ungkapkan rasa ini kepadaMu...
Sejauh ini, aku selalu mengaku sebagai hambaMu...
Karena hanya Engkau-lah satu-satunya Yang Berhak untuk disembah/diibadahi....
Tidak pernah aku mendapati yang lain kecuali hanya Engkau... Engkau Ar Rahman Ar Rahim...
Meski aku sendiri tidak tahu; termasuk HAMBA MACAM APA DIRI INI dihadapanMu...???!!!
Dikarenakan aku yang sudah selayaknya seorang pendusta...
Mengaku cinta, mengaku rindu... tapi aku selalu memberi duri...
pun selalu mengotori ajaran suciMu... ‘ISLAM’...
Astagfirullah,,, Maafkan aku ya Allah...
Sambungkanlah kembali sayap-sayap keislaman-ku yang sudah hampir patah ini....
Aku ingin selalu bisa terbang menuju keridhoan dan kecintaanMu...
Engkau-lah Yang Maha Sempurna... Ya Dzal Jalal wal Ikrom...