Rabu, 28 Agustus 2013

2 Hari Spesial Dalam Sepekan




            Dalam sepekan terdapat dua hari special yang mungkin sedikit sekali dari kita yang menyadarinya. Hari apakah itu?, mungkin sebagian dari kita ada yang menjawab ‘Hari Minggu’, nah ini pasti jawaban orang-orang yang suka keluyuran dan orang-orang malas yang demennya libur/rehat. Eitc, no comen!. Atau sebagian yang lain menjawab ‘Hari Jum’at’, nah ini tentu jawabannya orang-orang yang demen tadarusan. Tapi kita tidak akan membicarakan tentang ke-spesialan hari Jum’at. Karena itu lain lagi spesialnya.
            Lantas hari apakah?, jawabannya adalah hari Senin dan Kamis. Hari yang mana didalamnya Nabi kita Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam selalu mengerjakan puasa Tathowwu’an ( Sebagai Ibadah sunah) dan Taqarruban Ilallah (Sebagai Pendekatan kepada Allah).
Dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘Anha berkata; adalah Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam sentiasa menjaga puasa hari Senin dan hari Kamis. (HR. Tirmidzi)
            Dan kita sebagai umatnya, hendaknya bergembira dan merasa senang dengan apa yang telah dicontohkan oleh Suri Tauladan kita, sehingga kita bisa mengikutinya sebagai tanda kecintaan kita kepada beliau.
“Katakanlah (wahai Muhammad)! ‘jika memang kalian mencintaiku, maka ikutilah aku. Niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Ali Imron : 31)
            Lalu apakah istimewanya berpuasa di hari Senin dan hari Kamis?. Maka hal itu pun pernah ditanyakan kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Beliau pun bersabda;
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu ditampakkan pada hari Senin dan hari Kamis. Maka Allah mengampuni setiap muslim atau mu’min, kecuali dua orang yang saling memutuskan tali persahabatan (saling bermusuhan). Maka Allah berkata, ‘Tangguhkanlah untuk mereka berdua (sampai mereka berdamai kembali)”. (HR. Ahmad)
Dan dalam riwayat lain, beliau bersabda;
“Amal-amal perbuatan ditampakkan pada hari Senin dan hari Kamis. Maka saya lebih senang jika amalan saya ditampakkan sedangkan saya dalam keadaan berpuasa”. (HR. Tirmidzi)
            Maka marilah kita mengisi waktu sepekan kita dengan menyelingi dua hari diantaranya untuk berpuasa sunah; yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Sehingga yang dua hari itu bisa menjadi cahaya bagi hari-hari yang lainnya. Dan jika kita terus menekuninya setiap pekan, berarti kita telah berpuasa kurang lebih sebanyak delapan hari setiap bulannya. Kemudian yang delapan hari itu dikalikan tujuh puluh tahun. Karena berdasarkan hadits, bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda;
“Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah ‘Azza Wa Jalla. Maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka (dengan puasa satu hari itu) sejauh tujuh puluh tahun perjalanan”. (HR. Bukhori-Muslim)           
Subhanallah Wal Hamdulillah, kalau memang kita mampu berpuasa dua hari dalam sepekan, kemudian menjadi delapan hari setiap bulan ( jika kita menekuninya). Maka delapan hari itu dikali dengan tujuh puluh tahun perjalanan. Hasilnya sama dengan 560 tahun perjalanan. Allahu akbar! Bayangkan..  wajah kita dijauhkan dari api neraka sejauh 560 tahun perjalanan. Lah wong usia kita saja paling kisaran 60 tahun. Bukankah ini mengagumkan! Tanda besarnya kasih sayang Allah kepada kita. Apalagi jika kita mampu menekuninya selama setahun?!. Allahumma aamiin.
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Dan hanya pada hari kiamat saja-lah disempurnakan balasan kalian. Maka barangsiapa yang DIJAUHKAN DARI NERAKA dan DIMASUKKAN KEDALAM SYURGA, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan. Dan tidak lain kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu”. (Ali Imron : 185)
           
           

Ini Adalah Terakhir

Disetiap kali aku membaca Al Qur'an atau buku-buku Islami, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku membaca'.
Sehingga aku berusaha memahami, merenungi dan mentadabburi setiap apa yang aku baca.

Disetiap kali aku mendengar lantunan ayat-ayat Al Qur'ani, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku mendengar'.
Sehingga aku berusaha untuk menyimak dan menangkap sebisa mungkin agar bisa sampai ke hati.

Disetiap kali aku berdiri sholat, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku sholat'.
Sehingga aku berusaha untuk berlaku khusyu di hadapanNya walau susah sungguh karena berbagai perkara dunia yang mengawang di pikiran.
Aku tetap berusaha, sampai menitikan air mata.

Disetiap kali aku berdo'a, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku berdo'a'.
Sehingga aku berusaha untuk meminta sesuatu yang terbaik untukku, ibu-bapakku, dan kaum muslimin. Sesuatu yang bisa membahagiakan kami semua di syurgaNya.

Disetiap kali aku pulang ke rumah, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku berjumpa keluarga'.
Sehingga aku berusaha untuk memberikan kesan terbaik akan keberadaanku bersama mereka.

Disetiap kali aku berkumpul dengan sahabat-sahabatku, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku bersama mereka'.
Sehingga aku berusaha untuk bisa menjadi bagian terpenting dalam hidup mereka dengan tidak mencela dan berkata apa pun yang menyakitkan.

Disetiap kali aku berjumpa dengan Guru-guruku, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku berjumpa dengan mereka'.
Sehingga aku berusaha untuk mengembangkan senyum tanda hormat dan kesahajaanku untuk mereka.

Disetiap kali aku berjumpa dengan wanita yang aku cintai, maka aku berkata 'mungkin ini adalah terakhir kalinya aku berjumpa dengannya'.
Sehingga aku bisa memastikan bahwa aku bisa bertahan mencintainya, meski dia tidak pernah tahu.

Dan ketika aku menulis ini, maka aku berkata 'mungkin ini adalah tulisan terakhir yang aku tulis'.
Sehingga aku berusaha untuk meninggalkan pesan sebaik mungkin.

Anggaplah segalanya serasa seperti akhir bagi anda

Selasa, 27 Agustus 2013

Jauhi Harta Yang Bathil

Saya lebih senang diupah setelah bekerja, daripada diupah sebelum bekerja.

Kerana saya bekerja bukanlah karena dorongan upah, tapi kerana dorongan sifat kemanusiaan saya sebagai pekerja.

Diupah atau tidak, itu terserah anda! toh Allah Maha Kaya mampu membayar lebih besar.
Dia lebih mencukupi kehidupan saya daripada sekedar uang yang anda upahkan.
Justru itu membuat saya haus seperti meminum air lautan.

Saya hanya ingin mencoba menjadi manusia yang kuat seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam;

"Barangsiapa yang senang menjadi manusia yang kuat, maka hendaknya ia bertawakkal (mengggantungkan dirinya) hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala".

Saya tidak bergantung pada upah ditangan anda,
saya lebih memilih bergantung kepada Tuhan saya; Allah 'Azza Wa Jalla yang mana jika Dia berkehendak, maka sungguh Dia mampu menggerakkan tangan anda agar anda memberikan hak orang-orang yang memang berhak.

Maka bertakwalah kepada Allah,
janganlah sekali-kali memakan harta yang bathil.

Mulai Bosan




Ya Allah,
Kepada siapakah aku harus bercerita?
Kepada siapakah aku harus melenguskan masalah ini?
Kepada siapakah aku harus menyandarkan kebosanan ini?
Kepada siapakah, siapakah, siapakah…..?!
Engkau ya Allah, hanya-lah kepada Engkau

Ya Allah,
Sejujurnya aku sangat bersyukur bisa berada disini
Aku bisa mengumandangkan adzan 5 waktu, menyeru orang-orang untuk menghadapMu
Tapi, entah kenapa harus ada tapi? Aku tak mengerti!
Keberadaanku di kantor tidaklah aku sukai
Sebab penuh kepicikan
Aku merasa seperti bola yang ditendang kesana-kemari

Ya Allah,
Mohon lepaskanlah aku dari penderitaan ini
Ini terasa begitu kejam bagiku
Lepaskanlah aku dari orang-orang yang memberatkan
Atau lepaskanlah aku dari perasaan yang tidak aku sukai
Sungguh aku mulai bosan
Bosan dengan segala kekosongan yang menghanguskan kesadaran

Ya Allah,
Maafkanlah jika aku banyak mengeluh dan meminta
Aku memang masih lemah, maka kuatkanlah dengan kemuliaanMu
Hanya kepadaMu aku bersandar, hanya kepadaMu aku kembali
Ya Allah, lapangkanlah.. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu



Kamis, 22 Agustus 2013

Ketika Bingung, Akibat Banyak Pilihan



Hidup memang tidak pernah lepas dari banyak ragam pilihan. Bahkan ketika pertama kali bangun tidur pun, kita sudah dihadapkan dengan 2 pilihan; tidur lagi atau langsung bangun?. Begitu pun ketika hendak sarapan; nasi goreng atau nasi uduk?. Dan begitu seterusnya, pilihan, pilihan, pilihan dan pilihan. Sehingga tidak jarang, bahwa ada sebagian orang diantara kita yang tersakiti hatinya disebabkan pilihannya yang salah, lalu ia pun menyesal. Dan sungguh sangat disayangkan pula, bahwa ada juga sebagian orang diantara kita yang mati meregang nyawa disebabkan mereka salah dalam menentukan pilihan. Dan sekarang, anda pun dihadapkan dengan 2 pilihan; melanjutkan membaca atau berhenti sampai disini?.

Sungguh memang begitu rumit jikalau kita sudah berhadapan dengan banyak pilihan. Karena memang sejatinya apa yang kita pilih itu dapat menentukan menjadi apa kita selanjutnya. Oleh karenanya, kita jangan sampai salah dalam menentukan pilihan. Tidak peduli dalam hal kecil atau pun dalam hal besar.

Dalam hal menentukan pilihan, banyak orang yang salah. Ada diantara mereka yang lebih cenderung mendengarkan pendapat orang lain ketika hendak menentukan pilihan, bahkan mengutamakannya. Padahal sebenarnya, yang didengarkan pun belum pasti tahu pilihan mana yang terbaik untuk kita. Bahkan ada lagi yang aneh. Bahwa ada diantara mereka yang tanpa merasa berdosa mendatangi seorang dukun atau tukang ramal. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah..! ini benar-benar suatu kesalahan besar.

Maka disini, kami menawarkan tips atau solusi terbaik ketika hendak menentukan sebuah pilihan atau berbagai pilihan. Tidak ada dosa, malah berpahala dan dicintai Allah Ar Rahman Ar Rahim. Sebab hal ini menunjukkan ketawakkalan dan kebergantungan seorang hamba kepada Tuhannya Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia mengembalikan segala perkara kepadaNya.

Yang pertama ialah Sholat Istikhoro.

Hal ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam segala perkara, hususnya ketika hendak menentukan pilihan. Sampai-sampai beliau mengajarkannya kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al Qur’an kepada mereka.

عن جابر بن عبد الله قال: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعلمنا الاستخارة في الأمور كلها كما يعلمنا السورة من القرآن يقول: " إذا هم أحدكم بالأمر فليركع ركعتين من غير الفريضة ثم ليقل: اللهم إني أستخيرك بعلمك وأستقدرك بقدرتك وأسألك من فضلك العظيم، فإنك تقدر ولا أقدر وتعلم ولا أعلم وأنت علام الغيوب، اللهم إن كنت تعلم أن هذا الأمر خير لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري - أوقال في عاجل أمري وآجله - فاقدره لي ويسره لي ثم بارك لي فيه، وإن كنت تعلم أن هذا الأمر شر لي في ديني ومعاشي وعاقبة أمري - أو قال في عاجل أمري وآجله - فاصرفه عني واصرفني عنه واقدر لي الخير حيث كان ثم أرضني به ". قال: «ويسمي حاجته» . رواه البخاري

Dari Jabir Radiyallahu ‘anhu, ia berkata: "Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan kepada kita cara melakukan shalat istikharah - yakni mohon pilihan kepada Allah, mana yang terbaik antara dua perkara atau beberapa perkara - dalam segala macam urusan, sebagaimana beliau Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengajarkan surat dari al-Quran. Beliau Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. bersabda:

"Jikalau salah seorang diantara kalian hendak (menentukan) suatu perkara, maka hendaklah ia bersembahyang dua rakaat yang bukan termasuk shalat wajib, kemudian ucapkanlah - yang artinya:
Ya Allah, saya mohon pilihan kepadaMu dengan ilmuMu dan saya mohon ditakdirkan - untuk mendapatkan yang terbaik antara dua atau beberapa perkara - dengan kekuasaanMu, juga saya mohon kepadaMu akan keutamaanMu yang agung, karena sesungguhnya Engkau adalah Maha Kuasa sedang saya tidak kuasa apa-apa, juga Engkau adalah Maha Mengetahui sedang saya tidak mengetahui dan Engkau adalah Maha Mengetahui segala sesuatu yang ghaib. Ya Allah, jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini memang baik untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku - atau baik untuk urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari, maka takdirkanlah itu untukku dan permudahkanlah bagiku untuk mendapatkannya, kemudian berilah keberkahan padaku dalam urusan itu. Tetapi jikalau Engkau mengetahui bahwa perkara ini adalah buruk untuk agamaku, kehidupanku dan akibat perkaraku - atau buruk untuk urusanku sekarang dan urusanku di kemudian hari, maka hindarkanlah itu dari diriku dan hindarkanlah aku daripadanya, lalu takdirkanlah apa-apa yang baik untukku di mana saja adanya kebaikan itu, kemudian berikanlah keredhaan padaku dengannya”.
Kemudian beliau Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: "Dan orang yang melakukan istikharah menyebutkan apa yang menjadi hajat keperluannya (seusai salam)" (HR. Bukhari)

Dan apabila setelah sholat mendapati kelapangan hati atau kecenderungan hati pada satu pilihan diantara banyak pilihan. Maka Insya Allah itulah yang terbaik. Namun apabila belum mendapati kelapangan hati dan belum ada kecenderungan terhadap satu pilihan pun. Maka hendaknya Sholat Istikhoro itu diualangi lagi sampai beberapa kali. Dan hendaknya memperhatikan pula kekhusyuan hati saat berdo’a. Adapun mengenai waktunya, maka afdholiyahnya adalah di waktu malam sebelum tidur atau setelah tidur (sekalian dilanjut dengan tahajjud). Tapi boleh juga dilakukan di selain waktu tersebut jika memang dihawatirkan akan adanya kemalasan atau hal-hal yang menghalangi.

Lalu bagaimana jikalau hati belum juga lapang dan belum menemukan kecenderungan pada satu pilihan pun, padahal istikhoro sudah dikerjakan berkali-kali?. Maka solusinya adalah mengambil tips yang kedua.

Yaitu Istisyar (meminta pendapat orang lain).

Hal ini diperbolehkan dengan syarat, bahwa orang yang dimintai pendapat itu ialah seorang yang sholih, yang bagus pendapatnya (tidak didasari hawa nafsu), amanah, dan jujur. Kemudian kita dianjurkan mengambil pendapatnya ketika ia benar-benar sudah berpendapat. Dan jangan lupa dengarkan kalimat ahir dari pengemukakaannya, apakah ia mengucap ‘Insya Allah’ atau tidak. Jika ia, jangan sungkan ‘ambil saja’. Jika tidak, maka ingatkan. Atau kita sendiri yang mengucapnya ‘Insya Allah’.

Nah, itu-lah 2 langkah ketika kita hendak menentukan pilihan, yaitu yang pertama adalah Istikhoro; meminta pilihan terbaik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan mengerjakan sholat sunah 2 roka’at kemudian berdo’a dengan do’a diatas seusai salam. Dan yang kedua adalah Istisyar; meminta pendapat dari orang sholih, yang bagus pendapatnya (tidak didasari hawa nafsu), amanah, dan jujur.

2 Roka’at Setelah Wudhu




Sholat sunah 2 roka’at setelah wudhu mungkin masih terdengar asing bagi kedua telinga kita, karena memang jarang ada ustadz atau muballigh yang menyampaikannya atau mengajarkannya. Begitu pula jarang kita temukan pembahasan tentangnya di buku-buku bernuansa Islami tentang Ibadah. Seringnya, kita hanya mendapati pembahasan tentang sholat-sholat wajib dan sholat-sholat sunah yang mengiringinya, yaitu sholat sunah rawatib. Adapun pembahasan tentang sholat sunah 2 roka’at setelah wudhu maka sangat jarang kita temukan. Oleh karenanya, kami mencoba berbagi ilmu yang sekiranya bisa bermanfa’at bagi kita semua. Jikalaupun nantinya kita belum bisa mengamalkan, ya setidaknya kita tidak enggan untuk menyebarkan atau menyampaikanya pada orang lain.

عن عبد الله بن عمرو قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «بلغوا عني ولو آية وحدثوا عن بني إسرائيل ولا حرج ومن كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار» . رواه البخاري

Dari Abdullah ibn ‘Amr berkata ; Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda; “Sampaikanlah dari-ku walau hanya satu ayat, dan bicarakanlah tentang bani israil dan (itu) tidak masalah, dan barangsiapa berdusta atas nama-ku maka bersiaplah menempati tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhori)

Sholat sunah 2 roka’at setelah wudhu merupakan sholat sunah yang disyari’atkan oleh suri tauladan kita, yaitu Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Berdasarkan keumuman sabdanya;
«لا يتوضأ رجل مسلم فيحسن الوضوء فيصلي صلاة إلا غفر الله له ما بينه وبين الصلاة التي تليها»

“Tidaklah seorang muslim berwudhu, lalu ia membaguskan wudhunya, melainkan (pasti) Allah mengampuni dosanya di antara wudhunya saat itu hingga sholat yang menyertainya” (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukan adanya suatu anjuran bagi kita agar sentiasa menjaga kesucian lahir kita, yaitu dengan berwudhu. Lalu setelah itu, kita pun dianjurkan untuk menjaga kesucian batin kita, yaitu dengan sholat 2 roka’at setelahnya. Karena yang demikian bisa menghapuskan dosa kita. Sedangkan dosa itu merupakan sesuatu yang kotor yang bisa mengotori batin seseorang. Maka salah satu cara membersihkannya ialah dengan sholat 2 roka’at setelah berwudhu.

Adapun kapan waktunya?, maka itu dikerjakan kapan pun. Tidak ada batasan waktu. Jadi, setiap kali kita berhadats, maka kita berwudhu lalu sholat 2 roka’at. Dan itu dikerjakan dimana saja, di rumah jika dia berwudhu di rumah, di masjid jika dia berwudhu di masjid, atau dimana pun jika dia berwudhu.

Kemudian tahukah kita bahwa sesungguhnya ada sahabat Nabi Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang gemar melakukan ibadah ini, sampai-sampai Nabi Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengabarkan kabar gembira kepadanya, yaitu Nabi Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendengar suara hentakan sandal terompahnya di syurga. Subhanallaah….!!! Lantas siapakah dia…?

Ya, dia adalah Bilal bin Rabah mantan budak Umayyah bin Khalaf al Jumahy yang kemudian dibeli oleh Abu Bakar ash Shiddiq saat dirinya disiksa oleh majikannya yang terkutuk disebabkan keislamannya. Lalu Abu Bakar pun memerdekakannya.

Sahabat mulia ini amat begitu rajin mengamalkan ibadah ini, yaitu disetiap kali ia berwudhu maka ia pasti menyertai wudhunya itu dengan sholat 2 roka’at atau lebih berdasar kesanggupan yang ditetapkan Allah untuknya.

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لبلال «يا بلال حدثني بأرجى عمل عملته في الإسلام فإني سمعت دف نعليك بين يدي في الجنة» . قال: ما عملت عملا أرجى عندي من أني لم أتطهر طهورا في ساعة من ليل ولا نهار إلا صليت بذلك الطهور ما كتب لي أن أصلي. متفق عليه

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepada Bilal:

"Wahai Bilal, beritahukanlah kepada-ku tentang suatu amalan yang paling engkau harapkan (pahalanya) yang mana engkau mengamalkannya dalam Islam, kerana sesungguhnya aku mendengar suara derap kedua terompahmu di hadapanku di dalam syurga". Bilal menjawab: "tidaklah aku melakukan suatu amalan yang lebih aku harapkan (pahalanya) malainkan disaat aku bersuci (berwudhu) dalam suatu waktu, baik di waktu malam ataupun di waktu siang, kemudian pasti aku melaksanakan sholat dengan wudhu itu berdasar kemampuan yang telah diberikan padaku (minimal 2 roka’at, maksimalnya berdasar kesanggupan)" (Muttafaq 'alaih)

Subhanallaah, sungguh mengagumkan. Terompah sahabat mulia Bilal bin Rabah sudah ada disyurga. Ia mendahului pemiliknya disebabkan amalan ringan yang dikerjakan secara berkesinambungan terus-menerus. Dan ini merupakan kabar yang tidak bisa dipungkiri. Sebab, Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam-lah yang telah mengabarkannya sendiri. Dan tidaklah beliau mengabarkan sesuatu melainkan pasti kabar itu adalah benar adanya.

وما ينطق عن الهوى * إن هو إلا وحي يوحى * (النجم : 3-4)

“Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut keinginan (hawa nafsunya), melainkan itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya” (An Najm : 3-4)

Alhamdulillaah,

Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menggerakkan hati kita, sehingga kita sudi membaca sedikit ilmu ini. Mudah-mudahan kita pun digerakkan untuk sentiasa bisa mengamalkannya dalam keseharian hidup kita. Aamiin. Wallahul Muwaffiq.

Minggu, 18 Agustus 2013

Ustad Felix-xiau in Gmail



Tentang Pacaran

1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya, Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk pacaran

2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, LDR atau tetangga, tetep aja haram

3. "kan pacarannya nggak ngapa-ngapain?" | pacaran nggak ngapa-ngapain? terus ngapain pacaran?

4. "maksudnya nggak yang aneh-aneh gitu" | nggak aneh-aneh aja dapet dosa, rugi kan? mendingan nggak usah

5. "tapi kan kita punya perasaan" | trus gw harus bilang WOW gitu? punya perasaan nggak buat kamu boleh maksiat pada Allah kan?

6. "kalo pacarannya bikin positif?" | bikin positif hamil maksudnya?

7. "hehe.. jangan suudzann, maksudnya bersamanya bikin rajin shalat geto" | shalatmu karena Allah atau pacar?

8. "nggak, maksudnya kita, dia kan ber-amar ma'ruf.." | halah, dusta, mana ada kema'rufan dalam membangkang aturan Allah :)

9. "kalo orangtua udah restui?" | mau orangtua restui, mau orangutan, tetep aja pacaran maksiat

10. "katanya ridha Allah bersama ridha ortu?" | wkwk.. ngawur, dalam taat Allah iya, dalam maksiat? nggak ada cerita begitu..

11. "jadi nggak boleh nih? dikii~iit aja gimana?" | eee.. maksiat kok nawar, emang ini toko besi kulakan?

12. "terus solusinya gimana? kan Allah ciptakan rasa cinta?" | ya nikah, itu solusi dan baru namanya serius

13. "yaa.. saya kan masih belum cukup umur" | sudah tau belum siap dan niat nikah, kenapa malah mulai pacaran?

14. "pacaran kan enak, nikmat" | iya, nikmat bagi lelaki, bagimu penyesalan penuh airmata nanti

15. "pacar bilang dia serius sih.. 6 tahun lagi baru dia lamar" | yaa.. itu mah nggak serius, sama aja teken kontrak 6 tahun sengsara

16. "pacar bilang nunggu sampe punya rumah baru lamar" | itu agen properti atau calon suami? nggak serius banget (=_=)

17. "pacar bilang nikahnya nanti kalo udah cukup duit" | alasan klise, kenapa dia nggak lamar kamu nanti aja kalo udah cukup duit?

18. "pacar bilang mau nikah tapi tunggu saudaranya nikah dulu" | ya tunda aja hubungannya sampe saudaranya nikah

19. "pacar bilang dia siap, tapi nunggu lulus" | modus tuh, basi

20. "pacar siap ketemu ortu saya sekarang juga, tapi saya yg belum siap hehe.." | yaela.. cappe deeh.. (=_=); #TepokJidatTetangga

21. "ya udah, kakak-adik aja ya?" | wkwk.. maksa banget sih mau maksiat? giliran suruh shalat aja banyak alasan

22. "terus yang serius itu yang gimana?" | yang berani datangi wali-mu, dan dapet restu wali-mu dan menikahimu segera

23. "iya, udah putusin pacar, dia mau bunuh diri katanya" | yang kayak gitu mau jadi suami?! suruh nguras laut aja deh!

24. "aku nggak mau menyakiti dia kalo putus" | berani maksiat kok nggak berani sakit (=_=)

25. "dia nggak mau aku putusin" | sejak kapan taat Allah perlu izin manusia?

26. "iya, iya, aku putusin deh" | sayangi kehormatanmu, mulia dirimu dear :D

27. justru karena sayang kamu harus jaga dia nggak maksiat | masak kamu sayang tapi tega dia bermaksiat?

28. hal terserius yang bisa dilakukan yg belum siap adalah memantaskan diri | dan kepantasan yang terbaik ialah dengan ketaatan :D

29. pahami agama, kaji Islam, perjuangkan Islam sebagai persiapan, itu baru serius | agar pantas dirimu jadi pasangan dan ortu yg baik

30. cinta ada masanya, pantaskan diri untuknya | bukan dengan pacaran, baku syahwat pake badan

31. kalo udah siap walau nikahnya harus besok, barulah ta'aruf | karena ta'aruf bukan modus pacaran syariah

32. jadi serius bagi yg sudah siap itu dengan nikah | sementara serius bagi yg belum siap itu mendekat dan taat pada Allah | kelir?! :D



Seberapa bagus lisanmu

"ciri-ciri orang berakal itu lisannya terjaga | kalo lisannya nggak terjaga artinya?" #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan :D

mencela orang menjadikanmu tercela | menghina orang membuatmu terhina #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan

orang yang bahagia itu pasti ingin membahagiakan | kalo yang hanya ingin menyusahkan orang artinya? #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan

Al-Qur'an itu bacaan santun penuh hikmah nan indah | para pembaca dan penuturnya pun lisannya terpengaruh #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan

yang membaca Al-Qur'an insyaAllah lisannya halus mulia | bila lisannya kasar dan penuh cela itu artinya? #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan

hakikat yang berkata-kata kasar dan tak pantas | dia sedang menunjukkan nilai dirinya dari lisannya #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan

jadi jangan risaukan lisan saudaramu pada dirimu | khawatirlah dengan lisanmu pada saudaramu #BukanUntukDijawabTapiDipikirkan



Salahkah kita berbuat salah?







Dalam hadits diriwayatkan, bahwa Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda;

"Kalau sekiranya kalian tidak berbuat dosa, maka Allah akan menghapus kalian dari muka bumi. Kemudian (setelah itu) Allah mendatangkan kaum yang baru, mereka berbuat dosa. Lalu bertaubat (memohon ampun kepada Allah). Maka Allah pun mengampuni mereka".

Allah tidak menyalahkan jika kita berbuat salah, karena memang tabi'at manusia ialah suka/senang berbuat kesalahan. Sebagaimana sabda Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam;
"كل بني ءادم خطاؤون..."
setiap bani adam senang/suka berbuat kesalahan...

Yang salah ialah jika kita enggan memperbaiki diri dan bertaubat kepadaNya...
oleh karenanya Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam melanjutkan sabdanya dengan ungkapan;
"وخير الخطاائين التوابون"
dan sebaik-baik orang yang suka berbuat salah ialah orang yang suka bertaubat (memperbaiki diri dari setiap kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi).

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan yang suka mensucikan diri (dari najis dan dosa)".

Dan perlu diketahui, bahwa seseorang itu dikatakan bertaubat setelah dirinya berbuat salah atau dosa... lalu menyesal, memperbaiki diri, berazam untuk tidak mengulangi, dan waktunya tepat (sebelum nyawa dikerongkongan atau sebelum mentari terbit dari barat).

Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang senang kembali kepada Allah, tiada peduli berapa sering pun kita berbuat salah...
jangan malu menghadap Allah walau kita banyak salah,, justru malu-lah kita jika tidak menghadap Allah sedangkan dosa dan kesalahan begitu membumbung...
sebab, adakah yang mengampuni dosa selain Dia At tawwab Al Ghofur Ar Rahim.

Yuk rame-rame taubat.. biar sama-sama dicintai Allah Ta'ala.

Wallahul Musta'an.



Wanita

Wanita yang menutup aurat dengan sempurna secara syar'i, mungkin tidak banyak lelaki yang meminati. tapi sungguh itu lebih baik dan lebih mulia di sisiNya.
daripada wanita yang sengaja membuka auratnya hanya untuk mendapat perhatian/sanjungan para lelaki. sungguh itu sangat buruk, sama halnya mengobral diri.


Malukah kita?

Hendaknya kita merasa malu atas perjuangan saudara2 kita di luar sana.. mereka rela menutup mata guna membuka mata kita.. lalu sadarkah kita???

mereka mensucikan dan meninggikan kalimat Allah dengan kocoran darah, jasad-jasad mungil kesayangan, daging tipis berpeluh..
sedang kita disini, malah mengotorinya dengan dendangan dan budaya kotor menjijikkan..

أين نحن ...؟؟؟؟؟

Rabu, 14 Agustus 2013

Aku Bukan Teroris


            Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti makna luas dari kata TERORIS, tapi kedengarannya memang menyeramkan. Dan biasanya kata itu ditujukan untuk mereka-mereka yang melakukan tindak kejahatan diatas batas kewajaran. Loch ko’ gitu! Karena memang yang namanya kejahatan itu banyak ragamnya. Mulai dari yang kecil seperti menghina sampai ke  yang besar seperti membunuh. Nah, TERORIS termasuk ragam kejahatan ini.
            Sesuai dengan namanya TERORIS. Biasanya pelaku kejahatan ini melakukan terror-meneror terlebih dahulu atau ancam-mengancam, baik dengan tulisan-tulisan atau aksi-aksi langsung yang merusak bahkan tidak jarang memakan korban. Lalu setelah itu, ia benar-benar melakukan sesuatu yang tidak pernah diduga. Duaaaarrrrrr… tiba-tiba bom meledak disebelah sana. Duaaaaaarrrrrr… tiba-tiba bom meledak disebelah sini. Duaaaaaaarrrr… tiba-tiba bom meledak dari belakang anda (pembaca).. kentut yah… upz.. hehe ^_^
            Nah, mengenai TERORIS ini. Aku punya pengalaman. Begini cerintanya…
            Alhamdulillah yah, biar begini-begini juga aku ini seorang pemuda santri atau pemuda yang berjiwa santri. Aku dikaruniai banyak kesempatan. Salah satunya adalah mengisi pengajian di sebuah mushola dekat stasiun kota Cilacap. Meski jama’ahnya tidak terlalu banyak, tapi rasa syukurku kepadaNya sungguh amat begitu banyak. Nah, disitu ada pengalaman yang insya Allah tidak mungkin terlupakan, yaitu; aku dianggap/dituduh teroris.
            Awalnya, ya Alhamdulillah. Di minggu pertama mengisi pengajian, aku diterima dan jama’ah pun terlihat bahagia dengan kehadiranku sebagai pengisi. Tapi kemudian di minggu kedua, aku dikejutkan dengan kehadiran seorang bapak kira-kira usia 60-an. Nah, ternyata beliau adalah ketua mushola atau pengelola mushola yang mana aku mengisi pengajian disitu. Sebelum aku maju untuk mengisi, beliau telah mendahuluiku maju ke-depan lalu berbicara memperingatkan jama’ah tentang bahayanya teroris yang bisa menjelma sebagai siapa saja, termasuk sebagai ustadz atau pengisi pengajian. Sehingga dia bisa menyebarkan ajaran terorisnya itu. Bom sana bom sini.
            Sedari awal ia bicara, aku hanya mendengarkan saja tanpa peduli. Karena memang aku kurang senang dengan pembahasan semacam itu; memperingatkan orang lain dari bahayanya teroris. “Sebenarnya siapa yang teroris?!...”, aku bergumam dalam hati. Eh kemudian, tiba-tiba aku langsung ditodong. “mungkin pemuda ini juga termasuk antek-antek para teroris. Di kota Cilacap ini sudah menyebar, karena bos-nya sekarang ada di Nusakambangan”. Glegek.. Tanpa basa-basi aku pun langsung dimintai keterangan atau diintrogasi, ditanya begini-begitu. Setelahnya dimintai KTP/Kartu Mahasiswa. Dan apesnya, aku tidak membawa apa-apa waktu itu. Sudah pucat pasi wajah ini, benar-benar seperti disambar petir di siang bolong. “Kejaaaaaaaaaaaaaaaaammmm!!!”, teriakku dalam hati. Masa iya tampang begini dicurigai sebagi teroris?!. Sungguh kecurigaan yang tidak masuk akal. Terlalu naïf. Bagaimana dakwah Islam bisa menyebar kalau ustadz atau penceramahnya saja tertuduh. Tertuduh teroris pula. Lah wong yang dibawanya saja cuma kitab. Memangnya kitab bisa meledak?!
            Tapi ahirnya, Alhamdulillah. Jika kita yakin bahwa kita berada dalam kebenaran, maka pasti dengan izinNya kita akan tertolong. Diantara jama’ah bahkan hampir semuanya. Mereka memberi pembelaan dengan menyatakan, “pemuda ini, pemuda baik-baik.. minggu kemarin dia sudah mengisi disini. Dan apa yang dia sampaikan tidak menjurus ke-arah seperti yang bapak bicarakan”. Lalu setelah itu, aku pun disuruh memperkenalkan identitas diri. Bla, bla, bla… “baiklah, ini menjadi pelajaran. Bahwa siapa pun ustadz atau penceramah yang hendak mengisi di mushola ini, maka harus ada laporan dan keterangan”, tutur bapak 60-an itu. Kemudian Alhamdulillah, aku pun diizinkan mengisi secara rutin seminggu sekali, tepatnya setiap malam Rabu. Benar-benar merasa merdeka setelah itu. “hemh,, Gitu Aja Kok Repot!”.
            Hah, memang sebenarnya ada kesalahan dari awal. Aku yang mau-mau saja disuruh mengisi pengajian di mushola itu. Padahal orang yang menyuruh bukanlah pengurus atau pengelola mushola tersebut. Hanya saja dia adalah jama’ah yang sering sholat disitu. Sehingga kemudian terjadi kesalahpahaman ketika bapak ketua/pengurus mushola datang ikut sholat berjama’ah. AKU DITUDUH TERORIS.
The end.

Ambil yang baik-baiknya saja!!! Hanya sekedar pengalaman.

♡♥Ketika Aktivis Dakwah Terjangkit Virus Merah Jambu (VMJ)♥♡





Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Buat apa berdakwah jika hanya kepada “dia” kita memberi tausyiah ? Buat apa berdakwah jika hanya kepadanya kita mengingatkan untuk sholat tahajud ? Buat apa dakwah jika di hati kita hanya ada dia ? buat apa dakwah jika hanya seorang yang membutuhkan kita? so, jika saat ini kita terserang virus merah jambu, tidur saja di kamar. Bayangkan wajahnya ! buat puisi sebanyak-banyaknya tentang dia ! Tak terpikir lagi dengan rekruitmen kader yang meminta waktu dan tenaga ! mending pikirkan saja si dia. Penuhi kebutuhannya ! dan selamat ! kamu akan sukses menjadi manusia yang egois !

Jangan pernah berkata dunia membutuhkan saya ! jika kenyataannya, kita hanya memikirkan dia. Jangan pernah memikirkan ummat, jika dalam benak kita hanya berisi pertanyaan : apa makanan kesukaannya ? siapa teman terdekatnya ? berapa ukuran sepatunya ? apa hobinya ? lewat mana dia berangkat kuliah ? bahkan mencoba menghafalkan jadwal kuliahnya !

Demikianlah dahsyatnya virus merah jambu jika sudah menyerang kita. Kita tidak akan sempat memikirkan orang lain, karena dalam hati kita hanya ada seseorang. Kita akan tenggelam dalam lamunan demi lamunan yang membius seluruh aktivitas kita. Dan jika virus ini sudah sangat parah, kita pasti ‘pingsan’ dibuatnya.

Untuk kamu para aktivis dakwah simaklah kata-kata mutiara di bawah ini:
Love is a give (cinta adalah berkah)…
Bahkan salah seorang ikhwan mengatakan :
Love is the essence of life (cinta adalah inti sari kehidupan)

Cinta Allah yang membuat bumi ada
Cinta Allah yang membuat sang surya bersinar
Cinta antar manusia yang mambuat hidup tenteram dan nyaman…
Ketika kita mencintai, tidak ada kata pamrih disana…
Yang ada hanya memberi tanpa mengharap menerima…

Mirip seperti itulah menjadi seorang da’i…
Dia harus siap mengorbankan hidup dan matinya demi dakwah…
Dia selalu memberi untuk islam, tanpa mengharap menerima untuk setiap kerja dakwahnya…
Itulah ikhlas …
Siap menjadi jundi dan pada saat yang sama siap menjadi qiyadah…
Siap mengeluarkan hartanya untuk dakwah…
Siap mengeluarkan tenaga untuk dakwah…

Bahwa hubungan ikhwan aktivis dakwah adalah seperti saudara…
Cukup sampai disana…
Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatullah akibat adanya intensitas,
Tidak akan melabihi taraf simpati antar kader
Kecuali Allah menakdirkan kesempatan padanya untuk menyelesaikan setengah agamanya…

Jika Allah telah menentukan jodoh untuk kita, bahkan sebelum kita lahir,
Mengapa kita takut menjadi perawan tua dan jejaka jomblo…?
Masih panjang langkah dakwah kita
Masih begitu banyak lahan dakwah yang belum kita jamah…
Ada satu hal yang akan datang dengan sendirinya pada kamu, yaitu jodoh…
Sehingga jangan sampai hal ini membuat kita ragu akan janji Allah pada kita…
Jangan sampai dakwah kita berpenyakit hanya karena masalah ini…
Sangat cengeng dan kekanak-kanakan,
Bila sampai ada aktivis dakwah yang terjangkiti hal ini (VMJ: Virus Merah Jambu)

Da’wah adalah sesuatu yang suci….
Qod aflaha man zakkaha (beruntunglah bagi yang membersihkan diri)
Wa qod khoba man dassaha (dan celakalah bagi orang yang mengotori dirinya)

Sehingga orang yang berhak dan akan bertahan dalam jalan ini,
Adalah orang-orang yang niat ikhlas membersihkan dirinya…
Dan ikut tabiyah dengan keikhlasan,
Bukan karena ingin menikah dengan akhwat A atau B
Dia beraksi dan berdemontrasi untuk menyuarakan yang hak di depan penguasa yang dzolim
Bukan ingin ketenaran…
Dia berdakwah ingin menuju jannahNya ,
Bukan ingin mendapatkan jabatan, fans atau lainnya …

Untuk ikhwan…
Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini,
Bidadari telah menuggumu di surga nanti…
Untuk akhwat…
Bila kamu istiqomah di jalan dakwah ini ,
Kamu lebih baik dari bidadari yang terbaik yang ada di Syurga.

Kebenaran hakiki hanya milik Allah…
Dan di yaumul qiiyamah kelak akan ditentukan
Kebenaran akan hal-hal yang kita perdebatkan…

□■ Semoga Bermanfaat ■□

~Latifatun Nurul Qelbu~

Salam santun ukhuwah penuh cinta...