Kamis, 23 Februari 2012

Curhat


Bismillah,,,

                Di kamar yang menyebalkan (karena banyak nyamuk) aku selalu mengurung diri, kadang aku hanya tidur saja tanpa melakukan hal apa pun, dan kadang aku buka-buka buku sambil nyari-nyari bacaan yang penting. Lumayan buat nambah wawasan. Kadang pula, aku hanya mainin hape buka facebook, biasalah ngumbar status…. Padahal mah no penting.
                Yah,, beginilah keadaanku jikalau sudah berada di rumah. Tak banyak yang aku perbuat, palingan tidur aktifitas dominanku, kalo gak ya tidur lagi.  
                Tapi dari tidur aku belajar sesuatu; yaitu MIMPI. So, kini aku mulai menjauh dari tempatnya orang-orang kelelahan, dari tempatnya orang-orang malas, dan dari tempatnya orang-orang yang hanya suka bermimpi.

“hidup bukan-lah serangkaian mimpi atau hayal yang ada dibelakangmu,
 tapi hidup adalah kenyataan yang ada dihadapmu”.

“Jangan-lah menjadi pecinta kelelahan, yang bekerja sedikit langsung ‘hah, cape’.
Karena dengan begitu, kau bukan bekerja melainkan hanya bermain”.

Puisi ibu

Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada di ruangan ini. Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak perlu diragukan lagi ketulusan cintanya, dan tidk akan pernah melepaskan cintanya untuk kita, yaitu; keluarga. Terutama orang tua.
Perjuangan dan keberhasilan kita pada hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasihsayang, dukungan serta bimbingan dari orang tua.

Bahagiaku syurga mereka dan deritaku pilu mereka
Karya feby

Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah setapak jalan yang gelap
Pandanganku tertuju pada dua orang dikejauhan sana
dengan senyuman yang tak asing di mataku
dua orang yang sangat aku hargai, dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai dan aku sayangi
yah,,, mereka papah dan mamah ku
dengan disertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
seiring dengan langkah, terlintas di benakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
mamah yang telah mengandungku selama Sembilan bulan
mamah yang sudah memperjuangkan hidup dan  matinya untukku agar  aku bisa hadir di dunia ini
mamah juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
papah yang telah mendidikku, papah yang rela bekerja banting tulang
ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup
detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun
apakah yang dapat aku lakukan untuk membalas mereka…!!??
Sering aku tutup kuping, enggak mau dengerin nasihat mereka
Sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku
Sering juga aku banting pintu dihadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
Dan bahkan,, sering aku mengeluarkan kata-kata kasar
Yang enggak pantas mereka dengar dari bibirku
Dasar cerewet, kuno, kolot
Tapi,apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku..??!!
Tidak,, tidak sama sekali
Mereka dapat tulus memaafkan khilafku
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
Bahkan mereka tetap menyebut-nyebut nama aku didalam doa mereka
Sehingga aku bisa seperti ini
Ya tuhan,, betapa durhakanya aku…
Tak sadarkah aku, bahwa mereka adalah orang yang paling berarti dalam hidupku
Langkah-langkahku terhenti dihadapan mereka
Dan ku pandangi mamah dan papah inci demi inci
Badan yang dulu tegap, kekar kini mulai membungkuk
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
Dan kulit mereka yang dulu kencang kini mulai keriput
Ku tatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia
Air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini
Kucium tangan mereka, kupeluk tubuh mereka
Sambil berkata : “papah-mamah,,yang aku berikan ini takan cukup untuk membalas apa yang telah papah-mamah berikan selama ini kepadaku”.
Terima kasih pah, terima kasih mah
Aku sayang papah dan mamah sampai ahir hayatku



Kasih Ibu



Perhatian ibu sangatlah bernilai lebih, kecintaannya terhadap buah hati mengalahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri. Ia rela mengorbankan separuh malamnya demi menjaga sang buah hati, ia rela mengorbankan sebagian besar tenaganya demi membahagiyakan sang buah hati.
Ketika sang buah hati menderita kesakitan, jeritan hatinya adalah kepedulian yang sangat dalam. Kecintaannya semakin menjadi terhadap sang buah hati. Ia berusaha semampuh mungkin mencari penawar untuk mengobati sang buah hati. Ia pun semakin tak mengenal malam, pun tak mengenal empuknya kasur atau bantal2 busa yang memanjakan para pecinta kelelahan.
Pantas saja jikalau rasulullah saw pernah bersabda kepada salah seorang sahabat yang bertanya ;
“ya rasulullah siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik?”
“ibumu”. Rasul menjawab. “kemudian siapa?”. Ia bertanya lagi. “ibumu”. Jawaban yang sama.
“kemudian siapa”. Masih penasaran. “ibumu”. Rasul menegaskan ketiga kalinya.
 “kemudian siapa?” ia bertanya lagi (berharap ada jawaban lain).
“bapakmu”. Jawab rasul dengan penuh kewibawaan.

Dan dalam hadits lain dijelaskan bahwa;
“surga itu dibawah telapak kaki ibu”

Karena kecintaan ibu yang begitu luar biasa kepada sang buah hati, ia layaknya malaikat tak bersayap yang diutus oleh Allah swt sebagai penebar benih-benih cinta, dan kasih sayang kepada si kecil.  Subhanallah wal hamdu lillah,,, si kecil kini sudah beranjak dewasa. Lantas adakah rasa ingin membalas kepada sang bunda…???  Sebelum bunda benar-benar pergi meninggalkan si kecil yang sudah dewasa kini. Karena coba-lah lihat,,, kulit sang bunda sudah mulai keriput, kekuatannya semakin surut, rambutnya pun mulai kusut banyak beruban.

“bunda-ku yang  tercinta,,, bunda baik-baik yah di rumah…. Jangan pergi dulu sebelum bunda melihat aku SUKSES dan BERHASIL. Karena apalah arti kesuksesan dan keberhasilan-ku jikalau bunda pergi.  Aku sayang bunda…… semoga Allah merahmati bunda dan memberi bunda panjang umur….  Tersenyum-lah selalu wahai bunda… bunda cantik sangat cantik dan begitu cantik.”

                                

Minggu, 15 Januari 2012

Aku dan 10 menitku



Waktu 10 menit mungkin terlihat begitu sepele dan tak ada artinya bagi orang yang senang menghamburkan waktu. Karena pandangannya hanya tertuju pada 10 menit itu saja, ia tidak mencoba untuk berfikir bahwa dengan 10 menit ia bisa mengerjakan sesuatu yang luar biasa. Misalnya ; ia bisa berkeliling dunia,  “loch bagaimana mungkin???”. Tentu saja mungkin, jikalau ia mau membuka lembaran buku yang menerangkan tentang dunia dan seisinya, atau ia duduk manis di depan layar putih (computer) lalu membuka situs yang berbicara tentang dunia.  Dan dengan 10 menit, ia bisa memainkan irama jarinya di atas lembaran-lembaran putih, menciptakan sebuah karya tulis yang luar biasa yang bisa dihargai dan diterima  dunia.
Marilah kita simak bagaimana jeniusnya pemikiran seorang karyawan pabrik yang diberikan tugas oleh atasannya di 10 menit terakhir jam pulangkerjanya.
Dikisahkan bahwa disebuah pabrik yang ternama terdapat seorang karyawan yang pandai memanfaatkan waktu. Suatu hari, disaat waktu pulangkerja tinggal 10 menit, datanglah sebuah perintah dari atasan untuk semua karyawan agar mengerjakan sebuah proyek baru yang bisa meninggikan nama baik pabrik. Tapi kemudian, banyak diantara karyawan yg lebih memilih untuk mengerjakannya di esok hari, karena mereka hanya memandang bahwa waktu 10 menit tidaklah akan menghasilkan apa-apa. Tapi disisi lain, ada seorang karyawan yang berdiri sambil berkata : “10 menit adalah waktu yang bermakna, mari kita kerjakan proyek ini. Sesungguhnya kita tidak tahu, apakah hari esok masih ada untuk kita bekerja???. Kita kerjakan apa yang kita bisa dalam 10 menit ini. “. Subhanallah,, sungguh sebuah nalar pikir yang cerdas.
Pepatah bijak mengatakan : “janganlah kau jadikan waktu layaknya angin yang berhembus begitu saja, tapi jadikanlah ia layaknya air yang terus mengalir sampai ke samudera dan anda berlayar diatasnya dengan perahu dan dayung yang sederhana”. dan seorang cendekia juga mengatakan dengan nada bertanya : “kita yang akan melewati waktu, ataukah waktu yang akan melewati kita?”.
Oke, sekarang katakan “aku dan 10 menitku”, kemudian renungi dan resapi dalam-dalam. Mudah kan….!!!!!

Sabtu, 31 Desember 2011

Rasulullah SAW dan Seorang Arab Badui


Di waktu Rasulullah SAW. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: 'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah s.a.w menirunya membaca 'Ya Karim! Ya Karim!' Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: 'Ya Karim! Ya Karim!' Rasulullah SAW yang berada dibelakangnya mengikuti zikirnya 'Ya Karim! Ya Karim!' Merasa seperti di olok-olokan, orang itu menoleh kebelakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata: 'Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokan ku, karena aku ini adalah orang Arab badui? Kalaulah bukan karena ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.' Mendengar bicara orang badui itu, Rasulullah SAWtersenyum, lalu bertanya: 'Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?''Belum,' jawab orang itu. 'Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?' 'Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan saya membenarkan putusannya sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,' kata orang arab badui itu pula. Rasulullah SAW pun berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!' Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.'Tuan ini Nabi Muhammad?!''Ya,' jawab Nabi SAW Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki RasulullahSAW Melihat hal itu, Rasulullah SAW menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya: 'Wahai orang Arab! Janganlah berbuat serupa itu.Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya.Ketahuilah, ALLAH mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita ancaman bagi yang mengingkarinya.' Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam (puncak keselamatan) menyampaikan salam kepadamu dan bersabda: Katakanlah kepada orang Arab itu, agar tidak terpesona dengan belas kasih ALLAH. Ketahuilah bahwa ALLAH akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!'. Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Orang Arab itu pula berkata: 'Demi keagungan serta kemulian ALLAH, jika ALLAH akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan denganNYA!' kata orang Arab badui itu. 'Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan ALLAH?' Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika ALLAH akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa besar maghfirahNYA,' jawab orang itu. 'Jika DIA memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan mem perhitungkan betapa keluasan pengampunanNYA. Jika DIA memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawananNYA!'. Mendengar ucapan orang Arab badui itu, maka Rasulullah SAW pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badui itu, air mata beliau meleleh membasahi janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril AS turun lagi seraya berkata: 'Ya Muhammad! Rabb As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sungguh karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga ia bergoncang. Nah katakan kepada temanmu itu, bahwa ALLAH tak akan menghisab dirinya, juga tak akan memperhitungkan kemaksiatannya. ALLAH sudah mengampuni semua kesalahannya dan ia akan menjadi temanmu di surga nanti!' Betapa sukanya orang Arab badui itu, apabila mendengar berita tersebut. Ia lalu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Senin, 26 Desember 2011

Allahu Akbar

ketika wajah ini penat menghadapi dunia maka berwudulahh solusi yang terbaik,,,
ketika tengah letih menghadapi cita-cita maka bertasbilah'''...
ketika pundak tak mampu memikul amanat..maka bersujudlah...
jangan menyerah karna lelah wahai kawankuuu,,,,
biarlah kelelahan mengejar sampai ia lelah dengan sendirinya,,
ikhlaskanlah semuanyaaa,,dan mendekatlah pada_Nya,,,,
dan tunduklah dihadapan_Nya,, disaat yang lain angkuh..
agar anda tetap teguh disaat yang lain runtuh…
agar tanda tetap tegar disaat yang lain...terlempar,,,,,,,????
semoga kita senantiasa menjalankan perintah_Nya
dan selalu istiqomahhhh berada di jalan_Nya.....
amiiiiinnnn

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar


Kamis, 22 Desember 2011

IBU


Bila ku ingat masa kecilku
Ku slalu menyusahkanmu
Bila ku ingat masa kanakku
Ku slalu mengecewakanmu

Banyak sekali pengorbananmu
Yang kau berikan padaku
Tanpa letih dan tanpa pamrih
Kau berikan semua itu

Engkaulah yang ku kasihi, engkaulah yang ku rindu
Ku harap slalu doamu dari dirimu ya ibu

Tanpa doamu takan ku raih,
Tanpa doamu takan ku capai
Segala cita yang ku inginkan dari diriku ya ibu


“ya Allah ampunilah dosa-dosaku dan dosa ibu bapakku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu aku kecil”